Selasa, 05 Februari 2019
Peran Perempuan Dalam Ketahanan Keluarga
A. PENGERTIAN KELUARGA
Dalam Islam, keluarga merupakan bagian dari masyarakat dan dalam keluargalah seseorang belajar agama Islam sejak kecil. Keluarga dalam Islam merupakan rumah tangga yang dibangun dari suatu pernikahan antara seorang pria dan wanita yang dilakukan sesuai syariat agama Islam. Keluarga merupakan pondasi dasar penyebaran Islam.
B. PERAN WANITA DALAM KELUARGA & MASYARAKAT
Dari keluargalah muncul pemimpin yang berjihad di jalan Allah dan akan datang bibit-bibit yang akan berjuang meninggikan kalimat-kalimat Allah. Peran terbesar dalam hal tersebut adalah perempuan.
1. Sebagai Istri
Ketika suami merasa kesulitan, maka sang istri lah yang dapat membantunya. Ketika suami mengalami kegundahan, sang istri lah yang dapat menenangkannya dan ketika suami mengalami keterpurukan, istri lah yang dapat menyemangatinya.
“Menjadi seorang pemimpin bukanlah yang harus dilakukan wanita, akan tetapi menjadi pendamping dari seorang pemimpin yang dapat membantu, mengarahkan dan menenangkan adalah hal yang sangat mulia jika didalamnya terdapat ketaatan kepada Allah SWT”
2. Sebagai Ibu
Tidak ada kemuliaan terbesar yang diberikan oleh Allah bagi seorang wanita, melainkan perannya sebagai ibu. Baik buruknya seorang anak, dipengaruhi oleh baik atau tidaknya seorang ibu yang menjadi panutan bagi anak-anaknya.
Pendidikan yang seharusnya ditanamkan oleh ibu kepada anaknya adalah pendidikan akidah, ibadah dan akhlak.
Demikianlah peran mulia seorang ibu dan tidak ada peran yang lebih mendatangkan pahala yang banyak melainkan peran mendidik anak menjadi anak yang diridhoi Allah dan Rasul.
3. Sebagai anak
Seorang anak dalam keluarganya berperan sebagai pemelihara tradisi, nilai-nilai dan norma yang ada pada keluarga dan masyarakat. Anak perempuan yang memiliki sifat lembut berperan menjaga kemuliaan kerluarganya dengan menjaga diri dan kehormarannya serta menuntu ilmu untuk membahagiakan orangtuanya.
C. KETAHANAN KELUARGA
Memiliki keluarga yang harmonis dan sesuai ajaran agama Islam adalah dambaan setiap muslim untuk mewujudkannya. Keluarga sakinah, mawaddah, warahmah yang berarti keluarga yang penuh kasih sayang, cinta dan ketentraman dibangun diatas nilai-nilai Islam dan berawal dari pernikahan yang hanya mengharap ridha Allah SWT.
Keluarga muslim berarti memiliki nilai-nilai Islam yang menjadi landasan berkeluarga dan arah kehidupannya. Suata keluarga disebut memiliki ketahanan yang kuat manakala berpegang teguh kepada nilai-nilai Islam dalam menjalani kehidupan, meskipun berhadapan dengan kendala berat dan lingkungan yang tidak islami.
Caranya adalah, pertama mencari nafkah yang halal. Ini merupakan suatu hal yang sangat mulia, karena dari nafkah lah terbentuk suatu karakter keluarga tersebut. Jika apa yang dimakan atau yang dipakainya halal, maka mulia lah karakter keluarga tersebut. Begitupun sebaliknya. Kedua memperkokoh rasa cinta, saling menghormati dan menghargai
PROBLEMATIKA KONTEMPORER DALAM KETAHANAN KELUARGA
1. Krisis Moral
Suatu kondisi gwnting dalam suatu masyarakat atau kelompok yang mana terjadinya kemerosotan moral atau kerusakan perbuatan dan akhlak dalam kehidupan.
2. Ghadzul fikri (perang pemikiran)
Perang ideologi, perang budaya, perang urat syaraf, dan perang peradaban. Intinya, ia adalah peperangan dengan format yang berbeda, yaitu penyerangan yang senjatanya berupa pemikiran, tulisan, ide-ide, teori, argumentasi, propaganda, dialog dan perdebatan.
3. Feminisme
Feminisme adalah sebuah gerakan perempuan yang memperjuangkan emansipasi atau persamaan hak sepenuhnya antara kaum wanita dan pria tanpa adanya diskriminasi. Marry Wallstonecraff dalam bukunya "The Right of Woman" pada tahun 1972 mengartikan Feminisme merupakan suatu gerakan emansipasi wanita, gerakan dengan lantang menyuarakan tentang perbaikan kedudukan wanita dan menolak perbedaan derajat antara laki-laki dan wanita.
4. LGBT
Meskipun sudah menjadi perbincangan hangat di masyarakat, tetapi tentunya masih banyak di antara Anda yang penasaran tentang apa itu LGBT? LGBT adalah singkatan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Istilah LGBT mulai muncul kurang lebih tahun 1990-an dan awalnya digunakan untuk menggantikan istilah ‘komunitas gay’ yang ada saat itu. Sejak ditemukan istilah LGBT, maka komunitas ini tidak hanya mewakili gay saja, tetapi juga lesbian, biseksual, dan juga transgender.
5. Seks bebas
Perempuan disamping perannya dalam keluarga, ia juga mempunyai peran lainnya di dalam masyarakat. Perempuan adalah faktor pertama yang akan memberikan dampak terbesar bagi suatu masyarakat, jika dalam suatu masyarakat tertentu wanitanya baik, maka masyarakat tersebut akan baik pula dan begitupun sebaliknya. Untuk membentuk seorang muslimah shalehah, perlu ada perempuan muslimah yang senantiasa mengajak perempuan sekitarnya kepada kebaikan dan mengingatkannya dari kemungkaran. Sehingga dengan demikian dapat terbentuk lingkungan islami yang jauh dari kemungkaran. Jika ia adalah seorang yang ahli dalam ilmu agama, maka wajib baginya untuk mendakwahkan apa yang ia ketahui kepada kaum wanita. Begitu pula jika ia merupakan seorang yang ahli dalam bidang tertentu, maka ia bisa mempunyai andil dalam urusan tersebut, namun dengan batasan-batasan yang telah disyariatkan dan tentunya setelah kewajibannya sebagai ibu rumah tangga telah terpenuhi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar